Saturday, May 29, 2010

BIOMEKANIK

Biomekanik Pada Hip Joint

Hip joint merupakan triaxial joint, kerana me-miliki 3 bidang gerak. Hip joint juga merupakan hubungan proksimal dari extremitas inferior. Dibandingkan dengan shoulder joint yang konstruksinya untuk mobiliti, hip joint sangat stabil yang konstruksinya untuk menumpuh be-rat badan. Selama berjalan, gaya dari extremitas inferior dihantar keatas melalui hip ke pelvis & trunk, dan aktiviti extremitas inferior lain. Dalam suatu gerak fungsional, terjadi hubu-ngan antara pelvic girdle dan hip joint à pelvic girdle akan mengalami tilting dan putaran selama gerakan femur. Hubungan tersebut hampir sama dengan hubu-ngan scapula dengan shoulder joint, perbezaan-nya adalah scapula kiri & kanan dapat bergerak bebas sedangkan pelvic hanya boleh bergerak sebagai satu unit.

Hip joint dibentuk oleh caput femur yang kon-veks bersendi dengan acetabulum yang konkaf. Hip joint adalah ball and socket (spheroidal) triaxial joint. Acetabulum terbentuk dari penyatuan os ilium, ischium, dan pubis. Turun acetabulum dilapisi oleh cartilago hyaline, & pusat acetabulum terisi oleh suatu massa jaringan lemak yang tertutup oleh membran synovial.

Rangkaian fibrokartilago yang melingkar datar di acetabulum disebut dengan labrum acetabular, yang melekat disekeliling margo acetabulum. Labrum acetabular menutup cartilago hyaline & sangat tebal pada sekeliling acetabulum dari-pada pusatnya à hal ini menambah kedalaman acetabulum. Acetabulum terletak di bahagian lateral pelvis, menghadap ke lateral, anterior & inferior.

Caput femur secara sempurna ditutup oleh cartilago hyaline. Pada pusat caput femur terdapat lubang kecil yang dinamakan dengan fovea capitis à tidak ditutup oleh cartilago hyaline. Caput femur membentuk sekitar 2 / 3 dari suatu bola. Caput femur berbentuk spherical dan mengha-dap kearah anterior, medial dan superior. Hip joint diperkuat oleh kapsul sendi yang kuat, ligamen iliofemoral, pubofemoral, dan ischiofemoral. Hip joint juga diperkuat oleh ligamen transver-se acetabular yang kuat & bersambung dengan labrum acetabular. Ligamen teres femoris merupakan ligamen triangular yang kecil, melekat pada apex fovea capitis berhampiran pusat caput femur ke tepi ligamen acetabular.
ligamen teres femoris berfungsi sebagai pe-ngikat caput femur ke bahagian bawah acetabu-lum dan memberikan stabilisator yang kuat didalam sendi (intraartikular). Stabilisator bahagian luar dihasilkan oleh 3 kumpulan-men yang melekat pada collum / neck femur iaitu: ligamen iliofemoral, pubofemoral & is-chiofemoral. Ligamen iliofemoral disebut juga ligamen "Y", kerana arah serabut mirip huruf Y terbalik. Ligamen iliofemoral menguatkan kapsul sendi bahagian anterior. Ligamen pubofemoral terdiri daripada ikatan serabut yang kecil pada kapsul sendi bahagian medial anterior dan bawah. Ligamen ischiofemoral merupakan ligamen triangular yang kuat pada bahagian belakang kapsul.

Otot-otot pada Hip Joint

Hip joint diperkuatkan oleh otot-otot panggul dan paha. Otot-otot panggul dan paha terdiri atas otot one-joint dan two joint.
Group Otot One-Joint Two-Joint
Anterior Iliopsoas Rectus femoris
Sartorius

Medial Pectineus
Adductor Magnus
Adductor longus
Adductor brevis gracilis

Posterior Gluteus maximus
Deep Rotator Semimembranosus
Semitendinosus
Biceps femoris

Lateral Gluteus medius
Gluteus minimus tensor fascia latae

Sudut Pada Hip Joint

Sudut Kecondongan adalah sudut yang dibentuk antara axis neck femur dan shaft femur (nor-malnya 125o). Jika sudut Kecondongan lebih besar dari biasa disebut dengan coxa Valga, jika lebih kecil dari biasa disebut dengan coxa vara. Torsion adalah sudut yg dibentuk oleh axis transversal condylus femur dan axis neck femur (normalnya 8 - 25o atau 12o). Peningkatan sudut torsion disebut dengan ante-version (shaft femur berotasi ke medial).
Penurunan sudut torsion disebut dengan retro-version (shaft femur berotasi ke lateral).

Gerakan pada Hip

Karena hip joint merupakan triaxial joint maka terdapat 3 pasang gerakan yang berlaku pada hip joint.
Gerakan tersebut adalah Fleksi - sambungan, ab-duksi - adduksi, external putaran - dalaman putaran
Gerakan yang paling luas adalah Fleksi hip dan yang paling terhad adalah sambungan / hipereks -tensi hip.

1. Fleksi Hip
Fleksi hip adalah gerakan femur ke depan da-lam bidang sagital.
Jika knee betul lurus, maka gerakan Fleksi hip diba-tasi oleh ketegangan otot hamstring.
Pada gerak Fleksi yang luas, pelvis akan back-ward tilt untuk melengkapi / menyempurnakan gerakan pada hip joint.

2. Sambungan / hiperekstensi Hip
extensi adalah gerakan kembali dari Fleksi.
Hiperekstensi adalah gerakan femur ke bela-kang dalam bidang sagital.
Gerakan ini sangat terbatas, kecuali para dan-cer dan akrobat yang membolehkan berlaku putaran femur keluar sehingga gerakannya cukup luas.
Faktor penghambat hiperekstensi hip adalah ketegangan ligamen iliofemoral pada bahagian depan sendi.
Keuntungan dari keterbatasan gerak ini adalah sendi menjadi sangat stabil untuk weight bearing (menumpuh berat badan) tanpa mem-perlukan kontraksi otot yang kuat.

3. Abduksi
Abduksi adalah gerakan femur ke samping da-lam bidang frontal sehingga paha bergerak jauh dari midline tubuh.
ROM Abduksi yang lebih besar boleh berlaku jika femur berotasi keluar.
Abduksi dibatasi oleh otot-otot adduktor dan li-gamen pubofemoral.

4. Adduksi
Adduksi adalah gerakan kembali dari abduksi.
Hiperadduksi hanya boleh berlaku jika tungkai sisi kontralateral digerakkan keluar.
Pada hiperadduksi yang luas, ligamen teres femoris menjadi tegang.

5. External / Lateral Putaran
External putaran adalah suatu putaran femur disekitar axis longitudinal sehingga knee terputar keluar.
External putaran juga merupakan satu putaran femur disekitar axis sagital sehingga knee ter-putar kedalam.
ROM external putaran biasanya lebih besar daripada dalaman putaran

6. Dalaman / Medial Putaran
Internal putaran adalah gerak putaran femur disekitar axis longitudinal sehingga knee terputar kedalam.
Internal putaran juga merupakan gerak putaran femur disekitar axis sagital sehingga knee ter-putar keluar.
ROM dalaman dan external putaran dipengaruhi oleh darjah torsi femoral (terputarnya femur pada axis longitudinal sehingga salah satu hujungnya berotasi kedalam terhadap hujung lain).

7. Diagonal Adduksi / Abduksi
Diagonal adduksi adalah suatu gerakan ke depan dari kedudukan abduksi paha dalam bidang horizontal, yang diikuti oleh penu-runan external putaran.
Diagonal abduksi adalah suatu gerakan ke samping dari kedudukan Fleksi hip dalam bidang horizontal, yang diikuti oleh external putaran.

Biomekanik elbow dan Forearm (Lengan Bawah)

Elbow joint terdiri atas 3 sendi iaitu: hu-meroulnar joint, humeroradial joint, dan proximal radioulnar joint. Ketiga sendi tersebut dibungkus oleh kapsul sendi yang sama. Tulang yang membentuk elbow dan forearm adalah os humerus bahagian distal, os radius dan os ulna. Elbow joint diperkuat oleh ligamen collate-ral jejari / lateral dan ligamen collateral ulnar / medial serta ligamen annulare.

Ligamen collateral lateral terdiri atas:
- Serabut anterior yang menguatkan ligamen annular kearah anterior.
- Serabut intermediate yang menguatkan kumpulan-men annular kearah posterior.
- Serabut posterior
ligamen collateral medial terdiri atas:
- Serabut anterior yang menguatkan ligamen annular.
- Serabut intermediate yang paling kuat.
- Serabut posterior atau ligamen Bardinet, diper-kuat oleh serabut transverse dari ligamen Cooper's.

Elbow joint dan Forearm terdiri atas:
HUMEROULNAR JOINT
Humeroulnar joint merupakan sendi ber-bentuk hinge (engsel) dengan trochlea hu-meri yang ovular bersendi dengan Fossa trochlearis ulna. Permukaan trochlea humeri menghadap ke-arah anterior dan bawah membentuk sudut 45o dari shaft humeri.
Fossa trochlearis ulna menghadap keatas dan anterior membentuk sudut 45o dari ulna. Pada umumnya, bahagian anterior sulcus trochlearis nampak berjalan menegak, tetapi pada bahagian posterior nampak berjalan oblique kearah distal lateral  sehingga pa-da saat extensi penuh akan terbentuk carrying angle pada lengan (muzik = 15o).
Gerakan utama pada sendi ini adalah Fleksi-sambungan ( Fossa yang konkaf gambar dalam arah yang sama dengan gerak ulna). Sendi ini paling stabil pada close pack po-sition sambungan elbow.
Untuk mencapai ROM penuh, maka gerak Fleksi selalu disertai varus angulasi (lateral gambar) & gerak sambungan selalu disertai Valgus angulasi (medial gambar).
Gerakan arthrokinematika pada humeroulnar joint adalah gerak gambar mengikuti gerak angular tulang.

HUMERORADIAL JOINT

Humeroradial joint dibentuk antara capitu-lum humeri yang berbentuk spherical de-ngan hujung proksimal radius (fovea capitu-lum radii). Sendi ini berbentuk hinge-pivot joint. Humeroradial joint memberikan sumbangan terhadap gerak Fleksi-sambungan elbow. Pada saat pronasi-supinasi lengan bawah, caput radii mengalami spin terhadap capitu-lum humeri. Pada arthrokinematika, per-mukaan caput radii yang konkaf akan gambar dalam arah yang sama dengan gerakan tulang.

PROKSIMAL RADIOULNAR JOINT

Sendi ini dibentuk oleh Fossa radialis ulna yang bersendi dengan caput radii. Sendi ini merupakan uniaxial pivot joint yang terbungkus dalam kapsul elbow joint. Proksimal radioulnar joint diperkuat oleh li-gamen annulare radii yang dibantu oleh serabut anterior ligamen collateral medial & lateral. Kerana tergolong uniaxial pivot joint, maka proksimal radioulnar joint berperanan besar terhadap gerak pronasi-supinasi lengan bawah à radius bergerak menyilang diatas ulna saat pronasi. Pada saat gerak pronasi-supinasi, caput radii yang berbentuk konveks akan bergerak terhadap Fossa radialis ulna yang konkaf sehingga arah gambar melawan arah dengan gerakan tulang.

Distal RADIOULNAR JOINT

Distal radioulnar joint dibentuk oleh Fossa ulnaris radii yang bersendi dengan caput ulna. Sendi ini bergerak secara serentak dengan proksimal radioulnar joint. Saat gerak pronasi-supinasi, Fossa ulnaris ra-dii yang konkaf bergerak gambar dalam arah yang sama dengan gerak tulang.

MID-RADIOULNAR JOINT
Mid-radioulnar joint tergolong kedalam syndesmosis iaitu rangkaian fibrous padat yang mengikat kedua-dua buah tulang. Mid-radioulnar diikat oleh rangkaian fibrous iaitu membrana interosseus. Mid-radioulnar joint menyertai dalam gerakan pronasi-supinasi lengan bawah.

OTOT-OTOT elbow

Otot-otot fleksor elbow adalah:

  • Otot brachialis; otot one-joint yang berpartisi-pasi dalam semua aktiviti Fleksi elbow, tidak dipengaruhi oleh kedudukan lengan bawah.
  • Otot biceps brachii; otot two-joint yang berpe-ran besar dalam Fleksi elbow saat lengan bawah supinasi
  • Otot brachioradialis; berfungsi utama dalam Stabilisasi elbow, berperanan dalam Fleksi elbow saat midposisi lengan bawah.

Otot-otot ekstensor elbow adalah:

  • Triceps brachii; otot two-joint yang memiliki 3 caput origo, berperanan besar dalam sambungan elbow, membantu sambungan shoulder.
  • Anconeus; otot ini membantu sambungan elbow dan berperanan sebagai Stabilisasi selama supinasi & pronasi.

Otot-otot supinator lengan bawah:

  • Supinator; sangat berperanan dalam gerak supina-si & sebagai kestabilan elbow bahagian lateral.
  • Biceps brachii

Otot-otot pronator lengan bawah:

  • Otot pronator teres; otot ini menghasilkan gerak pronasi lengan bawah & sebagai Stabilisasi proksimal radioulnar joint.
  • Otot pronator quadratus; otot yang bekerja aktif selama aktiviti pronasi lengan bawah.

Otot-otot wrist joint dan tangan yang berori-go di Regio elbow (epicondylus medial dan lateral humeri) berperanan dalam Stabilisasi elbow dan sedikit memberikan sumbangan terhadap gerakan elbow.

Penghambat GERAKAN
Pada akhir gerak pasif Fleksi, processus co-ronoideus ulna akan kenalan dengan Fossa co-ronoideus humeri, caput radii akan kenalan dengan Fossa radialis humeri à ditambah pula ketegangan kapsul bahagian posterior. Pada gerak aktif Fleksi, hambatan gerak di-hasilkan oleh pertemuan otot bahagian anterior lengan atas (biceps brachii) dengan otot bahagian anterior lengan bawah (otot fleksor wrist). Pada akhir gerak aktif dan pasif sambungan elbow, processus olecranon akan kenalan dengan Fossa olecranon humeri, ditambah dengan ketegangan kapsul bahagian anterior. Pada akhir gerak supinasi, terjadi ketegangan membran interosseus, kapsul bahagian anterior & ligamen annulare radii. Gerak pronasi secara mekanikal dihambat oleh gerak radius yang menyilang diatas ulna & kenalan melawan ulna.

Sumber: Sudaryanto, S. St FT

Biomekanik Regio Ankle dan Kaki

Regio ankle & kaki mempunyai beberapa sendi.Regio ankle dan kaki sangat penting dalam aktiviti berjalan dan berlari.Kaki sangat berperanan dalam menumpuh berat badan ketika berdiri dgn pengeluaran tenaga otot yg minimum.
Kaki juga berperanan menjadi lever struktural yg kaku untuk gerakan tubuh ke depan saat berjalan atau berlari.

1. TIBIOFIBULAR JOINT
Secara anatomi, bahagian superior dan inferior sendi terpisah dari ankle tetapi berperanan mem-berikan gerakan Street untuk menghasilkan gerakan yang lebih luas pada ankle
Tibiofibular superior joint adalah sendi sinovial plane joint dibentuk oleh caput fibula & facet pada bahagian postero-lateral dari tepi con -dylus tibia.
Tibiofibular inferior joint adalah sindesmosis dgn rangkaian fibrous antara tibia & fibula

Tibiofibular inferior joint ditopang oleh kumpulan-men interosseous tibiofibular serta ligamen ti-biofibular anterior dan posterior.Gerak yg dihasilkan adalah gerak gambar.
Pada saat dorsifleksi dan plantarfleksi ankle berlaku sedikit gerakan Street dari fibula:
Pada saat plantarfleksi ankle, malleolus lateral (fi-bula ) akan berotasi ke medial dan tertarik kearah inferior serta kedua malleoli saling mendekati. Pada sendi superior, caput fibula akan gambar kearah inferior.
Pada saat dorsifleksi ankle, malleolus lateral akan berotasi ke lateral dan tertarik kearah superior serta kedua malleoli saling membuka. Pada sendi supe-rior, caput fibula akan gambar kearah superior.
Pada saat supinasi kaki, caput fibula akan gambar ke distal dan posterior (external putaran). Pada saat pro-nasi kaki caput fibula akan gambar ke proksimal dan anterior (dalaman putaran).

2. Ankle Joint
Ankle joint termasuk sendi sinovial hinge joint, dibentuk oleh malleolus tibia dan fibula serta talus à membentuk tenon and mortise joint. Diperkuat oleh ligamen deltoideum dan kumpulan-men collateral lateral
Pada sisi medial ankle joint diperkuat oleh 5 ikatan ligamen yang kuat, 4 ligamen yang menghubungkan malleolus medial tibia dengan tulang tarsal bahagian posterior, Calcaneus, talus dan navicular.

Tibiofibular inferior joint ditopang oleh kumpulan-men interosseous tibiofibular serta ligamen ti-biofibular anterior dan posterior. Gerak yg dihasilkan adalah gerak gambar.
Pada saat dorsifleksi dan plantarfleksi ankle berlaku sedikit gerakan Street dari fibula:
- Pada saat plantarfleksi ankle, malleolus lateral (fi-bula) akan berotasi ke medial dan tertarik kearah inferior serta kedua malleoli saling mendekati. Pada sendi superior, caput fibula akan gambar kearah inferior

- Pada saat dorsifleksi ankle, malleolus lateral akan berotasi ke lateral dan tertarik kearah superior serta kedua malleoli saling membuka. Pada sendi supe-rior, caput fibula akan gambar kearah superior.
- Pada saat supinasi kaki, caput fibula akan gambar ke distal dan posterior (external putaran). Pada saat pro-nasi kaki caput fibula akan gambar ke proksimal dan anterior (dalaman putaran)

Keempat ligamen tersebut secara kolektif dike-nal sebagai ligamen deltoid, terdiri atas kumpulan-men calcaneotibial, talotibial anterior, tibiona-vicular, dan talotibial posterior.
ligamen kelima dikenali sebagai ligamen spring (ligamen plantar calcaneonavicular) yang memberikan hubungan melintang antara os navicular & unjuran sustentaculum tali pa-da bahagian medial calcaneus.Pada sisi lateral ankle joint diperkuatkan oleh 3 li-gamen yang secara kolektif dinamakan ligamen collateral lateral.

anterior dan posterior. Ligamen lateral lebih lemah daripada ligamen medial, dan ligamen talofibular anterior paling lemah diantara semua ligamen ankle.
Permukaan yang konkaf adalah mortise, yang dibentuk oleh malleolus tibia dan fibula dan permukaan yg konveks adalah talus, yang ber-bentuk kon dan melebar kearah anterior de- ngan apex mengarah ke medial. Kerana bentuk talus tersebut, maka ketika dor-sifleksi kaki talus juga akan abduksi dan sedikit eversi, dan ketika plantarfleksi kaki talus juga akan adduksi dan sedikit Inversi disekitar axis oblique.
Gerakan arthrokinematika ankle joint boleh dili-hat dalam jadual 1.

Jadual 1. Gerak Arthrokinematika Ankle Joint
No. Gerak fisiologis Gerakan Arhtrokinematika
1. Dorsifleksi Slide ke posterior
2. Plantarfleksi Slide ke anterior

1. Subtalar Joint
Termasuk sendi sinovial plane joint, dibentuk oleh permukaan inferior talus & superior Calcaneus. Diperkuat oleh lig. deltoideum, lig. lateral, lig. talocalcanea interosseus, lig. talocalcanea pos-terior & lateral. Menghasilkan gerak pronasi & supinasi serta Inversi dan eversi secara pasif.

Pada saat closed kinematika, berperanan mengurangkan gaya putaran dari tungkai & kaki. Permukaan yg konveks adalah Calcaneus yg bergerak terhadap permukaan yang konkaf iaitu talus.
Gerakan arthrokinematikanya dapat dilihat pada jadual 2.
Jadual 2. Arthrokinematika Subtalar Joint
No. Gerak fisiologis Gerakan Arhtrokinematika
1. Supinasi dengan Inversi Slide ke lateral
2. Pronasi dengan eversi Slide ke medial

2. Talonavicular Joint
Secara anatomi & fungsional merupakan ba-gian daripada talocalcaneonavicular joint. Distabilisasi oleh ligamen deltoid, bifurcatum, & ligamen talonavicular dorsal. Bersama-sama dengan subtalar joint mengha-silkan gerak pronasi & supinasi à berlaku gerak Street navicular yg disertai oleh gerak abduksi / adduksi + Inversi / eversi.
3. Transversal Tarsal Joint
Biasa dikenali dengan "Chopart's Joint". Secara fungsional, merupakan sendi gabungan dari 2 sendi à sisi medial by talonavicular joint dan sisi lateral by calcaneocuboid joint walaupun secara anatomi berasingan. Yang paling besar menstabilkan adalah kumpulan-men calcaneocuboid (ligamen plantaris yang panjang & pendek). Menyertai dalam gerak pronasi-supinasi kaki, gerak Street pasif (abduksi-adduksi, Inversi-eversi).
4. Intertarsal & Tarsametatarsal Joint
Baik intertarsal mahupun tarsometatarsal joint merupakan plane joint (non-axial). Gerakan yang dihasilkan adalah gerak gambar.
5. Intermetatarsal Joint
Sendi-sendi ini merangkumi 2 set sendi side-by-side, iaitu antara pangkalan metatarsal I dan pangkalan metatarsal II dan seterusnya. Sendi-sendi tersebut tergolong nonaxial joint. Sendi-sendi antara caput metatarsal adalah ba-gian yang penting dari arkus metatarsal. Gerakan yang terjadi adalah membentuk arkus & mendatarkan arkus ketika kaki weight bearing.
6. Metatarsophalangeal Joint
Sendi-sendi ini adalah pengubahsuaian condyloid joint. MTP joint ibu jari kaki berbeza dengan yang lain kerana lebih besar dan mempunyai 2 tulang sesa-moid antaranya. ROM sambungan pada MTP lebih penting daripa-da Fleksi (berbeza dengan MCP). Sambungan pada MTP sangat diperlukan untuk aktiviti berjalan. Begitu juga, fungsi ibu jari kaki tidak terpi-sah dengan jari-jari yang lain, tidak seperti pada ibu jari tangan.
7. Interphalangeal Joint
Interphalangeal joint pada kaki sama dengan pada tangan, iaitu tergolong hinge joint. Gerak arthrokinematika MTP joint dan Inter-phalangeal joint sama dengan pada jari-jari tangan.

8. Arkus Plantaris
Arkus plantaris terdiri atas: arkus longitudinal medial, lateral dan transversal.
Ketiga arkus tersebut dipertahankan oleh:
a. Bentuk tulang dan saling keterkaitan antara tulang satu dengan yang lain.
b. Ligamen dan aponeurosis plantaris à merupakan struktur yang paling penting dalam mempertahan-kan arkus
c. Otot-otot plantaris: otot tibialis posterior, fleksor hallucis longus, fleksor digitorum longus, & peroneus longus.

a. Arkus Longitudinal Medial
Membentuk tepi medial kaki yg berjalan dari Calcaneus melalui talus, navicular & 3 cuneiforme kearah anterior dalam 3 metatarsal pertama. Talus berada pd puncak arkus & seringkali sebagai Keystone (bahagian sentral dari arkus). Secara normal tdk pernah menyentuh tanah / lantai.

b. Arkus Longitudinal Lateral
Berjalan dari Calcaneus melalui cuboid kearah anterior pada metatarsal IV dan V. Secara normal selama weight-bearing, arkus ini menyentuh tanah / lantai.

c. Arkus transversal
Berjalan dari sisi ke sisi melalui 3 cuneiforme ke cuboid. Cuneiforme II merupakan Keystone arkus ini.

OTOT-OTOT KAKI
Otot-otot pada kaki terdiri atas otot-otot ekstrinsik dan otot-otot intrinsik. Otot ekstrinsik terletak pada bahagian anterior, lateral dan posterior tungkai bawah sampai ke kaki. Otot primemover plantarfleksi ankle adalah otot two-joint gastrocnemius dan one-joint so-leus. Otot-otot lain yang memberikan sumbangan ter-hadap plantarfleksi adalah otot tibialis poste-rior, fleksor hallucis longus, fleksor digitorum longus, serta otot peroneus longus dan brevis. Otot tibialis posterior merupakan otot supinator dan invertor yang kuat, yang membantu me-ngontrol pronasi selama berjalan. Otot fleksor hallucis longus dan fleksor digito-rum longus berperanan sebagai primemover Fleksi jari-jari kaki.à otot-otot ini membantu meno-pang arkus longitudinal medial. Otot peroneus longus dan brevis secara utama berperanan sebagai evertor kaki. Otot peroneus longus juga membantu meno-pang arkus transversal dan longitudinal lateral. Otot primemover dorsifleksi ankle adalah otot tibialis anterior (juga invertor ankle), ekstensor hallucis longus, ekstensor digitorum longus (juga ekstensor jari-jari kaki), dan peroneus tertius.
Hubungan Fungsional Ankle dan Kaki
Secara normal, external torsion nampak pada tibia sehingga mortise ankle menghadap Seki-tar 15o kearah luar. à akibatnya, ketika dorsi-Fleksi kaki bergerak keatas dan sedikit ke late-ral, dan saat plantarfleksi kaki bergerak ke ba-wah dan ke medial. Dorsifleksi merupakan kedudukan stabil dari talo-crural joint (ankle joint) à CPP. Plantarfleksi merupakan loose-packed position. Talocrural joint lebih peka / dengan injury pada saat berjalan dengan tumit tinggi kerana ankle dalam kedudukan plantarfleksi yang kurang stabil. Pada closed kinematik, terjadi supinasi subtalar dan transversal tarsal joint yang disertai dengan pronasi dari kaki depan (plantarfleksi metatar-sal I dan dorsifleksi metatarsal V) à hal ini meningkatkan arkus kaki dan kedudukan stabil dari sendi2 kaki. Selama weight bearing (closed kinematik), ter-jadinya pronasi subtalar dan transversal tarsal joint boleh menyebabkan arkus kaki menurun. à berlaku supinasi kaki depan yang disertai de-ngan dorsifleksi metatarsal I dan plantarfleksi metatarsal V. Pada weight bearing, gerakan subtalar dan rota-si tibia saling mempengaruhi.à supinasi subta-lar joint dihasilkan oleh lateral putaran tibia, juga sebaliknya. Ketika weight bearing, penopang utama dari arkus adalah ligamen spring, ditambah dengan ligamen long plantaris, plantar aponeurosis, dan ligamen short plantaris. Selama fasa push-off, terjadi plantarfleksi dan supinasi kaki serta extensi MTP joint sehingga meningkatkan ketegangan pada plantar aponeu-rosis yang membantu meningkatkan arkus kaki. Seseorang yang mengalami deformitas varus dari Calcaneus, berlaku pampasan apabila berdiri berupa postur pronasi Calcaneus. Kondisi pes planus, pronated foot dan flat foot merupakan istilah yang sering dipertukarkan pada pronated postur dari kaki belakang. Postur tersebut dapat menurunkan arkus longi-tudinal medial kaki. Pes cavus dan supinated foot menunjukkan pe-ningkatan arkus kaki

No comments:

Post a Comment